Metafora spiritual di draf pertama sering terdengar indah, lalu goyah saat dibaca ulang. Yang bikin saya capek: tiap kata mudah terdengar menghakimi meski niatnya hanya memetakan gejala. Revisi jadi tempat kehati-hatian diuji. Tulis cepat boleh. Publikasikan setelah dingin.
0 suka·0 balasan8 Sep lalu