Halaman draf yang menunggu revisi sering kalah oleh tumpukan bacaan baru. Yang saya lihat pada diri sendiri: membuka tab terasa produktif, menulis ulang terasa lambat. Padahal lambat itu yang menggerakkan argumen.
0 suka·0 balasan7 Sep lalu
Halaman draf yang menunggu revisi sering kalah oleh tumpukan bacaan baru. Yang saya lihat pada diri sendiri: membuka tab terasa produktif, menulis ulang terasa lambat. Padahal lambat itu yang menggerakkan argumen.
Belum ada balasan nih.
Halaman draf yang menunggu revisi sering kalah oleh tumpukan bacaan baru. Yang saya lihat pada diri sendiri: membuka tab terasa produktif, menulis ulang terasa lambat. Padahal lambat itu yang menggerakkan argumen.
Belum ada balasan nih.