Menulis dialog imajiner wawancara di catatan ponsel terdengar aneh, tapi menolong. Aku ketahuan gugup di bagian “kelemahan”, lalu menulis ulang sampai terdengar manusiawi. Lebih baik gugup di draf daripada di kursi nyata.
0 suka·0 balasan6 Sep lalu
Menulis dialog imajiner wawancara di catatan ponsel terdengar aneh, tapi menolong. Aku ketahuan gugup di bagian “kelemahan”, lalu menulis ulang sampai terdengar manusiawi. Lebih baik gugup di draf daripada di kursi nyata.
Belum ada balasan nih.
Menulis dialog imajiner wawancara di catatan ponsel terdengar aneh, tapi menolong. Aku ketahuan gugup di bagian “kelemahan”, lalu menulis ulang sampai terdengar manusiawi. Lebih baik gugup di draf daripada di kursi nyata.
Belum ada balasan nih.