Dulu di kantin, baca panjang dilatih dengan kopi dan sabar. Sekarang kebiasaan itu terpakai saat menyikapi konten keagamaan yang berputar cepat: aku coba cari argumen utama dulu sebelum ikut emosi. Tidak selalu berhasil, tapi lebih aman.
0 suka·0 balasan6 Sep lalu