LLeonardo Voldigord1 jamDicari teman yang bisa marketingSedang butuh teman yang jago marketing, terutama Door To DoorTeknologiBisnis & Keuangan
LLeonardo Voldigord1 jamMenarik nihTTriadmoko Denny Fatrosa· 4 hariDi era AI, jarak antara ide dan aplikasi mengecil drastis. Yang dulu butuh tim, sprint, dan berbulan-bulan, sekarang sering selesai dalam hitungan hari — kadang jam. Developer bukan hanya menulis kode. Ia membangun produk. Ia merilis sendiri. Ia merasa sudah “selesai” karena artefaknya sudah jalan. Tapi ada fenomena yang makin jelas. Hampir semua orang bisa build. Tidak hampir semua orang bisa menjual. Menjual di sini bukan soal trik iklan. Melainkan kemampuan menjelaskan nilai, menemukan siapa yang benar-benar punya masalah itu, dan membuat orang tersebut percaya cukup untuk membayar — atau setidaknya memakai secara konsisten. AI mempercepat produksi. Ia tidak otomatis mempercepat distribusi. Makanya kita melihat gelombang builder yang produktif, tapi sunyi di pasar. Bukan karena produknya jelek semata. Melainkan karena keterampilan membangun dan keterampilan menjual adalah dua otot yang berbeda — dan AI untuk sementara lebih banyak melatih yang pertama. Bagi saya, pertanyaan penting bukan lagi: “Bisakah aku build ini?” Melainkan: “Siapa yang akan membayar supaya ini tetap hidup?” Kalau kamu sedang build sendiri di era AI: bagian mana yang lebih sulit hari ini — membuatnya jalan, atau membuatnya dibeli?
LLeonardo Voldigord1 jamDicari teman yang bisa marketingSedang butuh teman yang jago marketing, terutama Door To DoorTeknologiBisnis & Keuangan
LLeonardo Voldigord1 jamMenarik nihTTriadmoko Denny Fatrosa· 4 hariDi era AI, jarak antara ide dan aplikasi mengecil drastis. Yang dulu butuh tim, sprint, dan berbulan-bulan, sekarang sering selesai dalam hitungan hari — kadang jam. Developer bukan hanya menulis kode. Ia membangun produk. Ia merilis sendiri. Ia merasa sudah “selesai” karena artefaknya sudah jalan. Tapi ada fenomena yang makin jelas. Hampir semua orang bisa build. Tidak hampir semua orang bisa menjual. Menjual di sini bukan soal trik iklan. Melainkan kemampuan menjelaskan nilai, menemukan siapa yang benar-benar punya masalah itu, dan membuat orang tersebut percaya cukup untuk membayar — atau setidaknya memakai secara konsisten. AI mempercepat produksi. Ia tidak otomatis mempercepat distribusi. Makanya kita melihat gelombang builder yang produktif, tapi sunyi di pasar. Bukan karena produknya jelek semata. Melainkan karena keterampilan membangun dan keterampilan menjual adalah dua otot yang berbeda — dan AI untuk sementara lebih banyak melatih yang pertama. Bagi saya, pertanyaan penting bukan lagi: “Bisakah aku build ini?” Melainkan: “Siapa yang akan membayar supaya ini tetap hidup?” Kalau kamu sedang build sendiri di era AI: bagian mana yang lebih sulit hari ini — membuatnya jalan, atau membuatnya dibeli?